8 Apr 2010

Robot “Satpam” Tampil di ICT Award


Jumat hingga Sabtu (4/7) kemarin. Itu menyusul empat inovasi temuan pelajar anak SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang diadu di ajang tersebut.

Diantaranya adalah robot Click Home,--sebuah robot yang berfungsi untuk menjaga keamanan rumah atau perkantoran. Lalu Web 2000, alat monitoring penunjuk lokasi dalam suatu peta wilayah. Sistem Perpus, sebuah program untuk kelancaran pelayanan diperpustakaan menggunakan Smart Card dan Web Based Mobile Tracking atau alat pelacak kendaraan dengan global sistem.

Namun di antara karya itu, yang paling dijagokan adalah robot Click Home. Menurut Edwin, anggota tim robot SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, yang membidangi kelahiran robot itu mengatakan Click Home dijagokan karena sangat fungsional dan komponennya relatif murah.

Sehingga robot itu sangat berpeluang untuk diproduksi massal karena harganya terjangkau masyarakat dari kalangan kelas menengah ke atas. “Komponen utamanya adalah handphone (HP). Karena dalam kondisi bahaya robot ini dirancang dapat mengontak pemilik rumah yang dijaganya melalui SMS,” beber Edwin. “Apalagi harga HP sekarang sudah murah,” tambahnya.

Edwin melanjutkan, komponen robot yang dirasa cukup mahal adalah kamera pengintainya. “Tapi, bisa juga membeli yang murah sesuai dengan kemampuan, nanti tinggal melakukan modifikasi saja,” katanya.

Drs Hidayatullah, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menegaskan pihaknya sudah menarget anak didiknya agar meraih juara pertama. Sebab, juara pertama adalah tiket emas untuk lomba serupa di Australia pada Agustus mendatang. ”Itu adalah obsesi kami. Kami ingin bisa mengikuti ajang Internasional APICTA 2009 pada Agustus mendatang di Australia,” tegas Hidayatullah.

Meraih juara pertama dalam ajang nasional itu, menurut Hidayatullah tidak terlalu sulit. Sebab kriteria utama penilaian adalah inovasi terbaru. Sementara empat kreasi teknologi yang ditampilkan anak-anak SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo itu, seluruhnya merupakan inovasi paling baru yang belum pernah dibuat. *

18 Jul 2009

21 Jan 2008

.....

Malaikat penjaga surga
"Ridwan" namanya..
Penghibur kekosongan wanita
Dalam sekejab saja merebut hati ini
Hatiku yang sedang kosong dan sepi..
Tapi ku tak tahu, apakah ini yang dinamakan cinta??
Namun jika ini cinta
Mengapa melihatmu hati serasa perih??
Jangankan melihatmu, mendengar namamu saja
Hatiku bergetar ketakutan..
Mungkin ku mencintaimu
Tapi mengapa kau tak tahu??
Harusnya kau tahu!!
Karena cintaku tumbuh karenamu.....

Tak Termiliki

Sekarang ku mulai menyadari
Kau takkan pernah jadi milikku
Karena hatimu masih saja untuknya
Walau diapun salalu menyakitimu
Kini ku coba tuk tersenyum merelakanmu
Meski kutahu hatiku menjerit kesakitan
Ku tak tahu harus berbuat apa
Tlah kucoba berpaling darimu
Namun bayang wajahmu tetap menghiasi malamku
Disetiap kegelapan malam..
Sorot matamu bimbang
Dalam kesunyian hati ini
Senyummu mampu tuk kuatkan aku
Namun sedetik ku teringat
Ada dia yang tak pernah rela melepasmu
walau ia tahu, ia telah menyakitimu
Dan kau pun bukan miliknya lagi..
Mungkin kini saat untukku
Tuk terima kenyataan ini
Walau perih menyayat hati..

Untukku.Untuknya atau Dirinya

Indah sang bintang
Tak mampu mengalahkan pesonanya
Kuat sang batu karang
Tak tertandingi cintaku padanya
Senyumnya, kuatkan aku
Suaranya, tenangkan jiwaku
Namun kini hatiku kelu
Mendengar sahabatku maencintainya
Dan kini akupun bimbang
Diantara dua orang terkasihku
Ku tak tahu harus memilih yang mana
Dua orang terkasihku dan seorang cintaku
Tlah hancurkan jiwa dan perasaan ini
Ku bimbang dengan perasaan dia
Dan ku sakit dengan perasaanku untuknya
Dan ketika ku memilih tuk pergi selamanya
Cintaku prgi walau dengan keadaan berbeda
Walau kini semua orang bilang ku pecundang cinta
Akupun rela karena kini ku tlah bahagia
Bahagia dengan dia di "Surga"...

20 Jan 2008


" hanya untuk ku... "

Indah sang bintang
tak mampu mengalahkan pesonanya
kuat sang batu karang
tak tertandingi cintaku padanya
senyumnya, kuatkan aku
suaranya, tenangkan jiwaku
namun kini hatiku keluh
mendengar sahabatku mencintainya
dan kini aku pun bimbang
diantara cinta dua orang terkasih
ku tak tahu harus memilih yang mana
dua orang terkasihku dan seorang cintaku
tlah hancurkan jiwa dan perasaan ini
ku bimbang dengan perasaan dia
dan kusakit dengan perasaanku untuknya
dan ketika ku memilih tuk pergi selamanya
cintaku pergi walau dalam keadaan berbeda
walau kini semua orang bilang ku pecundang cinta
akupun rela
karena kini ku telah bahagia dengan dia di surga


" belahan jiwa "


pukat malam menghiasi senja yang kelabu
di tengah panas sinar matahari didalam badai
tetes-tetes air jatuh membasahi lautan yang kering
dalam guliran pasir yang mampu meruntuhkan beton
di dalam keremangan senja
ku menatap bintang yang menghiasi langit
di iringi kilau sinar matahari yang hangatkan jiwa
namun kini burung tak mampu lagi kepakkan sayapnya
yang terluka saat bulan tersenyum padanya
ia tak mau dunia menangisi keadaannya
hingga ia pun bersembunyi di balik indahnya pelangi malam
kini ketika matahari pagi kembali sinari bumi
ia tlah mampu terbang dan kepakkan sayapnya lagi
namun sinar sang bulan kembali tersenyum padanya
ketika ia mampu membalas cemooh kerling sang bintang
senja itu tlah datang tuk renggut senyum sang bulan
dan tuk rampas sayap ini hingga ku hanya dapat berjalan
ikuti sinar sang bintang yang terangi jalan ini
dan ketika ku pergi, mentari tlah tak sanggup lagi tuk terangi bumi ini...

Bukan Untukku

Dari mulut sang penghuni surga
Muncul sebuah pertanyaan
Adakah cinta untukku?
Cinta untukku olehnya..
Pertanyaan itu takkan pernah terjawab
Dan waktu yangkan menjawab segalanya..
Tangis itu tak berarti untuk cintaku
Harusnya cinta itu bukan hadir untuk menyiksa perasaanku
Daun-daun mulai gugur
Kini pertanyaan itu tlah terjawab oleh waktu
Tak ada cintaku olehnya
Karena masaku tlah habis
lamaku nanti cintamu untuk hatiku
Kau tak datang membawa cintamu untuk hatiku
Karna kau tak tau cintaku padamu
Kau sang "Penjahat Cinta" untuk akhir hariku...