" hanya untuk ku... "
Indah sang bintang
tak mampu mengalahkan pesonanya
kuat sang batu karang
tak tertandingi cintaku padanya
senyumnya, kuatkan aku
suaranya, tenangkan jiwaku
namun kini hatiku keluh
mendengar sahabatku mencintainya
dan kini aku pun bimbang
diantara cinta dua orang terkasih
ku tak tahu harus memilih yang mana
dua orang terkasihku dan seorang cintaku
tlah hancurkan jiwa dan perasaan ini
ku bimbang dengan perasaan dia
dan kusakit dengan perasaanku untuknya
dan ketika ku memilih tuk pergi selamanya
cintaku pergi walau dalam keadaan berbeda
walau kini semua orang bilang ku pecundang cinta
akupun rela
karena kini ku telah bahagia dengan dia di surga
" belahan jiwa "
pukat malam menghiasi senja yang kelabu
di tengah panas sinar matahari didalam badai
tetes-tetes air jatuh membasahi lautan yang kering
dalam guliran pasir yang mampu meruntuhkan beton
di dalam keremangan senja
ku menatap bintang yang menghiasi langit
di iringi kilau sinar matahari yang hangatkan jiwa
namun kini burung tak mampu lagi kepakkan sayapnya
yang terluka saat bulan tersenyum padanya
ia tak mau dunia menangisi keadaannya
hingga ia pun bersembunyi di balik indahnya pelangi malam
kini ketika matahari pagi kembali sinari bumi
ia tlah mampu terbang dan kepakkan sayapnya lagi
namun sinar sang bulan kembali tersenyum padanya
ketika ia mampu membalas cemooh kerling sang bintang
senja itu tlah datang tuk renggut senyum sang bulan
dan tuk rampas sayap ini hingga ku hanya dapat berjalan
ikuti sinar sang bintang yang terangi jalan ini
dan ketika ku pergi, mentari tlah tak sanggup lagi tuk terangi bumi ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar